Pembinaan K3

Berkarya Tanpa Batas dengan Sepakat Safety – Membantu Anda untuk Menyelesaikan Setiap Tugas Keselamatan!

Pembinaan Sepakat Safety

Sistem Manajemen K3 (SMK3)

Ahli K3 umum (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Tugas utama seorang ahli K3 umum adalah mencegah kecelakaan kerja, cedera, dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan. Seorang ahli K3 umum biasanya memiliki pemahaman yang luas tentang hukum dan peraturan terkait K3, risiko-risiko yang ada di tempat kerja, serta cara mengidentifikasi dan mengurangi risiko-risiko tersebut. Mereka juga bertanggung jawab untuk mengembangkan kebijakan K3, melaksanakan inspeksi keamanan, memberikan pelatihan K3 kepada karyawan, dan mengevaluasi efektivitas program K3 yang ada. Ahli K3 umum harus memiliki pemahaman tentang aspek-aspek teknis dan manusia yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Mereka harus mampu mengidentifikasi bahaya dan risiko di tempat kerja, mengembangkan rencana tindakan yang efektif, dan mengkomunikasikan informasi K3 kepada manajemen dan karyawan. Pembinaan yang kami tawakan • Ahli K3 Umum

Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Operator pesawat angkat adalah individu atau organisasi yang bertanggung jawab atas pengoperasian dan pengelolaan pesawat angkat, seperti crane, derek, atau alat berat lainnya. Mereka memiliki pengetahuan teknis dan keahlian khusus dalam mengoperasikan pesawat angkat untuk mengangkat dan memindahkan beban berat. Tugas utama operator pesawat angkat adalah memastikan bahwa proses pengangkatan berlangsung dengan aman, efisien, dan sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku. Mereka juga bertanggung jawab untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin pada pesawat angkat guna menjaga keandalan dan kelayakan operasional. Lalu untuk Operator pesawat angkut adalah entitas atau individu yang mengoperasikan pesawat angkut, seperti pesawat kargo atau pesawat penumpang. Tugas mereka adalah memastikan bahwa pesawat angkut beroperasi dengan aman, tepat waktu, dan sesuai dengan regulasi penerbangan yang berlaku. Operator pesawat angkut melibatkan berbagai peran, seperti pilot, awak kabin, petugas pemuatan kargo, dan personel darat yang terlibat dalam perawatan pesawat. Mereka harus memahami sistem pesawat, menjaga keselamatan penumpang atau kargo selama penerbangan, serta mematuhi prosedur operasional dan regulasi penerbangan yang ketat. Berikut adalah pembinaan Operator Pesawat angkat dan Pesawat Angkut yang kami tawarkan.
• Operator Forklift • Operator Gondola • Operator Lifter, Manlift, Boomlift, Scissorlift • Operator Pallet Mover , Lisftsacker • Operator Crane Kelas 1 • Operator Alat Berat • Operator Pita Transport (Conveyor) • Operator Rigger (Juru Ikat) • Operator K3 Cargo Hoist Crane Kelas 3 • Operator Forklift Kelas 2 • Operator Forklist Kelas 1 • Teknisi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut • Ahli K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Pesawat Tenaga dan Produksi

Pesawat Tenaga dan Produksi adalah pesawat yang bergerak secara berpindah-pindah / tetap, yang dipasang dengan tujuan memindahkan atau membangkitkan tenaga atau daya, mengolah, dan membuat (Bahan, Barang, Produk teknis & aparat produksi yang bisa menimbulkan bahaya kecelakaan bagi tenaga kerja). Agar perusahaan dapat meminimalkan hingga menghilangkan potensi bahaya kecelakaan kerja, jadi semua part yang berbahaya dan bergerak dari sebuah Pesawat Tenaga dan Produksi / PTP, wajib dipasang alat proteksi yang efektif, terkecuali ditempatkan sedemikian rupa. Alat pengaman harus dipasang untuk melindungi benda dan orang di sekitarnya. • Operator Penggerak Mula Kelas 1 • Operator Mesin Produksi • Operator Tanur Kelas 1 • Teknisi Pesawat Tenaga dan Produksi • Ahli K3 Spesialis Pesawat Tenaga dan Produksi

Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja penting untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Dengan menjaga tempat kerja yang aman, sehat, dan teratur, manfaatnya dapat dirasakan oleh pekerja, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa poin penting dalam penjelasan mengenai kesehatan kerja:

  1. Pencegahan Cedera dan Penyakit: Kesehatan kerja bertujuan untuk mencegah terjadinya cedera dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan. Ini melibatkan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko-risiko potensial di tempat kerja yang dapat menyebabkan cedera fisik, keracunan, stres kerja, dan masalah kesehatan lainnya.

  2. Kebijakan dan Prosedur: Organisasi atau perusahaan biasanya memiliki kebijakan dan prosedur K3 yang ditetapkan untuk melindungi pekerja. Ini melibatkan implementasi standar dan praktik terbaik dalam lingkup keselamatan, perlindungan, pengawasan, dan pengendalian risiko kerja.

  3. Identifikasi Bahaya: Penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja, baik yang terkait dengan kondisi fisik maupun faktor psikososial. Ini mencakup penilaian risiko, inspeksi keamanan, dan analisis pekerjaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan pekerja.

  4. Pelatihan dan Kesadaran: Pelatihan yang tepat dalam K3 merupakan komponen penting dalam memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja. Ini termasuk pelatihan tentang penggunaan peralatan kerja yang aman, prosedur keselamatan, pengenalan bahaya, dan praktik kerja yang sehat.

  5. Pengawasan dan Pemantauan: Kesehatan kerja melibatkan pengawasan dan pemantauan secara terus-menerus terhadap kondisi kerja dan kesehatan pekerja. Ini bisa mencakup pengawasan lingkungan kerja, pemantauan kesehatan pekerja, dan pengumpulan data untuk mengidentifikasi tren dan masalah kesehatan yang muncul.

  6. Pemberdayaan Pekerja: Kesehatan kerja juga berfokus pada pemberdayaan pekerja dengan memberikan mereka informasi yang relevan, pelibatan dalam proses pengambilan keputusan, serta melibatkan mereka dalam upaya identifikasi, evaluasi, dan penyelesaian masalah kesehatan dan keselamatan kerja.

• Petugas P3K • K3 Rumah Sakit • Hiperkes Paramedic / Perawat • Hiperkes Dokter

Penanggulangan Kebakaran

Penanggulangan kebakaran adalah serangkaian langkah dan tindakan yang dilakukan untuk menghentikan, mengendalikan, dan memadamkan kebakaran. Ini melibatkan upaya untuk melindungi nyawa, harta benda, dan lingkungan dari bahaya yang ditimbulkan oleh kebakaran. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam penanggulangan kebakaran:

  1. Identifikasi dan Perencanaan: Penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran di tempat kerja, rumah, atau area lainnya. Perencanaan penanggulangan kebakaran harus melibatkan pengembangan rencana evakuasi yang jelas dan komunikasi yang efektif, serta memastikan ketersediaan peralatan pemadam kebakaran dan pemadam kebakaran yang memadai.

  2. Pemadaman Awal: Jika terjadi kebakaran kecil dan dapat dikendalikan, upaya pemadaman awal harus dilakukan dengan menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang sesuai. Pemahaman tentang cara menggunakan alat pemadam kebakaran, seperti tabung pemadam api atau selang pemadam kebakaran, sangat penting untuk tindakan cepat dan efektif.

  3. Evakuasi: Jika kebakaran tidak dapat dikendalikan atau telah melebihi kapasitas pemadaman awal, prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa. Rencana evakuasi yang telah ditetapkan sebelumnya harus diikuti dengan hati-hati. Penting untuk tetap tenang, mengikuti rute evakuasi yang ditunjukkan, dan membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

  4. Panggilan Darurat: Segera hubungi petugas pemadam kebakaran setempat melalui nomor darurat yang berlaku di wilayah Anda. Laporkan secara jelas dan tepat tentang kebakaran, lokasi, dan situasi yang dihadapi.

  5. Penanganan Lengkap: Setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, mereka akan mengambil langkah-langkah untuk memadamkan kebakaran secara keseluruhan dan memastikan bahwa risiko kebakaran yang mungkin masih ada telah diatasi. Upaya pemadaman, pendinginan, ventilasi, dan pengecekan ulang akan dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa dan risiko kebakaran telah dihilangkan.

Selain itu, langkah-langkah pencegahan kebakaran juga sangat penting, termasuk instalasi sistem peringatan dini, pemeliharaan peralatan elektrikal yang baik, pengawasan penggunaan sumber panas, penggunaan peralatan yang aman, dan pelatihan karyawan tentang tindakan yang tepat dalam menghadapi kebakaran.

Ketika menghadapi kebakaran, prioritas utama adalah keselamatan nyawa. Jika Anda menghadapi kebakaran, segera mengambil tindakan pencegahan yang sesuai dan hubungi petugas pemadam kebakaran setempat untuk bantuan yang lebih lanjut.


• Damkar Kelas D • Damkar Kelas C • Damkar Kelas B • Damkar Kelas A • Damkar Kelas DCBA

Lingkungan Kerja dan Bahan Kimia Berbahaya

  1. Lingkungan kerja mengacu pada kondisi fisik, kimia, biologis, dan psikososial di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan para pekerja. Ini mencakup segala hal mulai dari kondisi fisik seperti suhu, kelembaban, dan pencahayaan, hingga faktor-faktor psikososial seperti beban kerja, stres, dan interaksi sosial di tempat kerja. Lingkungan kerja yang aman dan sehat penting untuk mencegah kecelakaan, cedera, dan masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan jangka panjang terhadap faktor-faktor tersebut. Upaya perbaikan lingkungan kerja melibatkan identifikasi bahaya, penilaian risiko, penerapan kontrol yang sesuai, dan pemantauan terus-menerus untuk memastikan kondisi kerja yang optimal.
• Ahli K3 Kimia • Ahli K3 Muda Lingkungan Kerja • Petugas K3 Kimia • Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT) Level 2 • Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT) Level 1 • Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) Level 2 • Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) Level 1 • Petugas K3 Utama Ruang Terbatas (Confined Space) • Petugas K3 Madya Ruang Terbatas (Confined Space)

K3 Listrik dan Konstruksi

K3 listrik (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik) adalah disiplin yang berkaitan dengan perlindungan dan pemeliharaan keselamatan pekerja yang bekerja dengan atau di sekitar sistem listrik. K3 listrik berfokus pada identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang terkait dengan penggunaan listrik di tempat kerja. Berikut adalah beberapa aspek penting dari K3 listrik:

  1. Identifikasi Bahaya Listrik: Penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya listrik di tempat kerja, seperti kabel yang rusak, instalasi listrik yang tidak aman, sirkuit yang kelebihan beban, atau peralatan listrik yang cacat. Penilaian risiko harus dilakukan untuk menentukan tingkat risiko yang terkait dengan bahaya-bahaya tersebut.

  2. Perlindungan dari Kontak Listrik: Langkah-langkah harus diambil untuk melindungi pekerja dari kontak langsung atau tidak langsung dengan listrik. Ini termasuk penggunaan peralatan pelindung diri (PPD) yang sesuai, seperti sarung tangan isolasi, helm, sepatu keselamatan, dan pakaian pelindung. Pemisahan fisik dan perlindungan terhadap kontak listrik juga harus diperhatikan melalui isolasi, penghalang, atau tanda peringatan yang sesuai.

  3. Pelatihan dan Keterampilan: Pekerja yang bekerja dengan atau di sekitar listrik harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas mereka dengan aman. Pelatihan yang memadai harus diberikan kepada pekerja untuk memahami bahaya listrik, prinsip dasar keselamatan listrik, prosedur kerja yang aman, dan bagaimana menggunakan peralatan listrik dengan benar.

  4. Peralatan Listrik yang Aman: Peralatan listrik harus dipilih, dipasang, dan dirawat dengan baik untuk memastikan keamanan penggunaannya. Pemeriksaan rutin, perawatan, dan pengujian berkala harus dilakukan untuk memastikan bahwa peralatan listrik berfungsi dengan baik dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

  5. Prosedur Kerja yang Aman: Prosedur kerja yang aman harus ditetapkan dan diikuti dalam aktivitas yang melibatkan listrik. Ini termasuk prosedur pengoperasian, pengamanan dan pemutusan listrik, prosedur darurat, dan tindakan pencegahan lainnya untuk menghindari kecelakaan dan cedera yang disebabkan oleh listrik.

  6. Inspeksi dan Pemeliharaan Rutin: Inspeksi dan pemeliharaan rutin terhadap sistem listrik dan peralatan harus dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah potensial sebelum terjadi kegagalan atau kecelakaan. Hal ini meliputi pemeriksaan kabel, sambungan, perlindungan arus lebih, peralatan pelindung, dan tanda peringatan.

K3 listrik sangat penting untuk mencegah kecelakaan, luka, atau kematian yang disebabkan oleh listrik di

• Ahli K3 Listrik • Teknisi Listrik • K3 Teknisi Perancah (Scaffolding) • K3 Supervisi Perancah (Scaffolding)

K3 Pesawat Uap Bejana Tekan

K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada pesawat uap dan bejana tekan berkaitan dengan perlindungan dan pemeliharaan keselamatan pekerja yang bekerja di sekitar atau dengan pesawat uap dan bejana tekan. Pesawat uap adalah sistem yang menggunakan uap sebagai media kerjanya, sedangkan bejana tekan adalah struktur atau wadah yang dirancang untuk menahan tekanan internal yang tinggi. Berikut adalah beberapa aspek penting dari K3 pada pesawat uap dan bejana tekan:

  1. Identifikasi Bahaya: Penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang terkait dengan pesawat uap dan bejana tekan, seperti tekanan berlebihan, kebocoran, kegagalan struktural, atau paparan terhadap bahan berbahaya. Penilaian risiko harus dilakukan untuk menentukan tingkat risiko yang terkait dengan bahaya-bahaya tersebut.

  2. Perencanaan dan Desain yang Aman: Pesawat uap dan bejana tekan harus dirancang, dipasang, dan dioperasikan sesuai dengan standar dan peraturan keselamatan yang berlaku. Perencanaan yang tepat dalam pemilihan bahan, konstruksi, penggunaan sistem pengamanan, dan instalasi yang aman sangat penting untuk mencegah kegagalan atau bahaya yang mungkin terjadi.

  3. Inspeksi dan Pemeliharaan Rutin: Inspeksi dan pemeliharaan yang rutin harus dilakukan untuk memastikan pesawat uap dan bejana tekan berada dalam kondisi yang aman. Ini melibatkan pemeriksaan terhadap tekanan, suhu, kebocoran, pemasangan yang tepat, dan komponen lainnya untuk mendeteksi kerusakan atau keausan yang mungkin terjadi.

  4. Pemantauan dan Pengendalian Operasional: Selama operasi, pemantauan terus-menerus terhadap pesawat uap dan bejana tekan harus dilakukan untuk mendeteksi perubahan yang tidak normal, perubahan suhu, tekanan, atau tanda-tanda kegagalan. Prosedur pengendalian yang tepat harus diikuti untuk mengurangi risiko dan menghindari bahaya yang dapat terjadi.

  5. Pelatihan dan Kesadaran: Pekerja yang bekerja dengan atau di sekitar pesawat uap dan bejana tekan harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka dengan aman. Pelatihan yang memadai harus diberikan untuk memahami prinsip dasar keselamatan, prosedur kerja yang aman, penggunaan peralatan pelindung diri, dan tindakan pencegahan yang relevan.

  6. Penanganan Darurat: Prosedur penanganan darurat harus ditetapkan dan dikomunikasikan kepada semua pekerja yang terlibat. Ini meliputi tindakan yang harus diambil dalam situasi darurat, evakuasi, dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran atau penyelamatan yang sesuai.

Penerapan K3 yang

baik pada pesawat uap dan bejana tekan sangat penting untuk melindungi keamanan dan kesehatan pekerja, mencegah kecelakaan, kegagalan struktural, atau kebocoran yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian.


• Operator Boiler Kelas 1 • Operator Boiler Kelas 2 • Teknisi Bejana Tekan & Tangki TImbun • Juru Las GMAW / CO Kelas 1 • Juru Las GMAW / CO Kelas 2 • Juru Las GMAW / CO Kelas 3 • Juru Las GTAW / ARGON Kelas 1 • Juru Las GTAW / ARGON Kelas 2 • Juru Las GTAW / ARGIN Kelas 3 • Juru Las SMAW / Listrik Kelas 1 • Juru Las SMAW / Listrik Kelas 2 • Juru Las SMAW / Listrik Kelas 3 • Juru Las OAW Karbit

Form Pendaftaran Pembinaan K3